Jakarta, 08 Desember 2020
Pertemuan yang panjang,
Sampai kepada titik dimana memutuskan "mungkin dia orangnya".
Meyakinkan diri berkali-kali, menimbang setiap rasa. Ini masuk akal atau nggak yah.
Pikiran beragumentasi dengan hati.
Kehadirannya merupakan anugrah yang telah semesta berikan.
Dirinya datang memberikan kebahagiaan dan akhirnya dihempaskan hingga kilo meter tak terhitung.
Sakit? Sangat.
Ingin memaki? Sudah ku lakukan.
Apakah kamu balik kembali? Iyah
Apa alasan mu? Sebentar ku pikir, ini terlalu rumit. Tak biasanya aku sebodoh ini. Menerima kesalahan yang sama dalam waktunyang dekat.
Lantas apa alasan mu?! Ahhh, aku paham. Ku sudah meminta kepada semesta. Untuk dijauhkan dengan ia, Pria yang ku kenal selama 18bulan. Ku meminta kepada semesta dengan doa
"Tuhan ku, berikan yang terbaik dalam hidup ku. Jauhkan ia, bila mana tidak terbaik untuk ku. Tenangkan hati ku, dan kirimkan lah dia yang mampu membuat ku merasa dimiliki dan bertaqwa dijalan mu. Ku berjanji, akan menyayanginya dan mencintainya diatas izin dan kuasa mu. Ku berjanji tak akan pernah mengecewakannya dan ku berjanji akan selalu berprilaku yang terbaik agar ia menetap. Bila mana ia datang sebagai media ke iklasan, tenang kan hati ku diatas agama mu. Mungkin itu teguran dari mu sebab ku terlalu mengagungi umat mu"
Doa ku tak pernah putus.
Sampai dimana ia datang dengan segala keseriusan. Meyakinkan akan segalanya pada akhirnya mematahkannya pada hari lalu.
Ku punya alasan untuk pergi, karna dikecewakan.
Ku punya alasan untuk tetap tinggal, karna ku sudah berjanji diatas sajadah ku.
Teruntuk kamu, sekiranya masih di dalam keraguan. Di karenakan sifat yang ku perbuat aga membingungkan.
Aku meminta maaf.
Rasa ku tak pernah salah.
Ia selalu mencinta mu dan menyayangi mu dalam keadaan apapun. Jika masalah kita hanya terdapat keraguan maka aku akan berjuang untuk membuat mu yakin dan percaya.
Bila mana rasa ragu itu terdapat pada masalah yang sudah terulang 2x. Izinkan aku berbalik arah dan mundur perlahan dari hidup mu. Aku tak bisa berjalan diatas pihak selain kita.
Janji yang kita buat bukan hanya janji sekedar janj. Awal yang baru menjalin kasih. Tetapi janji untuk bersama sampai akhir hayat.
Ku rasa,
Komentar
Posting Komentar